
Tapi sebelum itu, ada kejadian yang menurut saya tidak sepantasnya, hal ini berkaitan dengan malam lebaran atau malam takbiran. Biasanya dulu waktu masih kuliah jika malam lebaran tiba, saya dan rekan atau saudara berkeliling kota untuk merayakan malam lebaran, tapi untuk malam tadi rasanya tidak ada semangat untuk melakukan seperi dulu, dan juga karena memang cuaca malam tadi hujan dari siang, akhirnya saya pun hanya diam di depan komputer sambil melihat-lihat sepintas blog ini.
Kurang lebih jam 9 malam, ada seseorang mengetuk pintu rumah, segera saya melihat siapakah gerangan yang mengetuk pintu tersebut, ternyata dia adalah orang yang biasa mangkal di pasar, dan ada juga yang biasa jadi tukang kuli pasar, karena memang tempat tinggal saya berdekatan dengan pasar, jika berjalan kaki dalam waktu 2 menit sudah sampai. Saya penasaran ada apa 2 orang itu mendatangi tempat tinggal saya, mereka mengatakan bahwa ada semacam sumbangan untuk lebaran yang harus diberikan untuk mereka, secara halusnya begitu, tapi pada kenyataanya tidak demikian.
Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan sumbangan ? Saya sendiri tidak mengetahui definisi asli dari sumbangan, tapi yang saya tahu sumbangan itu berupa pemberian berupa barang atau uang yang diberikan untuk orang yang memang membutuhkan, tapi bagaimana jadinya jika "sumbangan" itu diberikan tapi terkesan memaksa, dengan kata lain meminta diberi sumbangan.
Saya juga tidak akan keberatan untuk memberikan sumbangan jika memang patut diberikan, tapi yang ini yang membuat sedikit anehnya, kenapa ada orang yang meminta sumbangan tapi dengan nada memaksa dan kedua orang ini dalam keadaan setengah sadar alias mabuk dengan aroma tidak sedap keluar dari mulutnya. Apakah harus seperti itu meminta sumbangan ? Kejadian ini tidak hanya ke tiap rumah, tapi juga didalam pasarnya sendiri, ke setiap pedagang dengan keadaan mabuk seperti itu dan memaksa, bahkan pernah saya melihat si peminta itu menyobek uang yang diberikan pedagang karena dinilai sedikit, padahal saya lihat dia memberikan uang lima ribu. Kejadian ini sebenarnya terjadi tiap tahun pada malam lebaran dan selalu seperti itu.
Daripada membuat keributan di tengah merayakan malam takbiran, lebih baik saya berikan saja uang itu, meskipun dalam hati saya tidak ikhlas untuk memberikannya, lagipula hari ini hari lebaran, tidak baik rasanya masih mempunyai hati dan emosi yang negatif. Ya sudahlah, mungkin suatu hari kedua orang itu akan menemukan jalan kebenaran untuk kehidupan mereka... amiin...




