Warga Bandung umumnya sudah mengenal Es Cendol Elizabeth ini, apalagi ketika bulan Ramadhan seperti ini, pasti dijadikan salah satu pilihan untuk menu berbuka puasa. Saya mendapatkan informasi tentang cendol Elizabeth ini secara tidak sengaja ketika berkunjung ke rumah salah seorang teman saya dan kebetulan di ruang tamu terdapat surat kabar harian Pikiran Rakyat, sambil menunggu akhirnya sayapun membacanya sampai akhirnya mendapatkan informasi cendol Elizabeth ini.
Es Cendol Elizabeth populer sekali di kalangan masyarakat Bandung umumnya, tak jarang juga wisatawan luar kota pun menyempatkan diri untuk mencari sajian ini saat mereka ke Bandung. Tapi banyak yang belum mengetahui sejarah dibalik kesuksesan Cendol Elizabeth ini, begitupun juga saya baru mengetahuinya setelah membaca informasi tersebut.
Pemiliknya bernama H. Rohman (bukan Kang Rohman blog tuturial) menjalin suatu kerjasama dengan pemilik toko tas Elizabeth. Perjalanan Rohman dimulai ketika ia meninggalkan Pekalongan dan mengikuti pamannya untuk hidup di Bandung, kala itu ayah Rohman baru saja meninggal dunia. Ia yang masih berusia 8 tahun dan duduk di kelas II SD pun terpaksa meninggalkan ibu dan saudaranya di Pekalongan.
Di Bandung, Rohman lalu membantu pamannya berjualan cendol keliling. Tiap hari selama 7 tahun ia menjajakan dagangannya dengan rute Tegallega-Cicendo-ITB-Tegallega. Menurut Rohman, termasuk pamannya, saat itu hanya ada empat orang penjual cendol di Bandung, keahlian membuat cendol pun Rohman pelajari lewat pamannya itu.
Pada tahun 1979 Rohman memutuskan untuk berjualan cendol secara mandiri. Namun, ia tak lagi berkeliling, Rohman mangkal di depan rumah produksi tas milik Ibu Elizabeth. Di tempat ini Rohman melayani para pembeli tas sambil membantu Ibu Eli Menjaga toko. Pada jam 5 sore dagangan Rohman biasanya sudah habis terjual, lalu dia membantu Ibu Eli untuk membereskan tokonya hingga malam, itupun ia lakukan dengan sukarela tanpa meminta bayaran.
Seuatu waktu, ada pelanggan toko tas Ibu Eli meminta cendolnya secara gratis. Dari sinilah awal mulanya kerjasama itu terbentuk. Ibu Eli membeli cendol dagangan Rohman untuk dijadikan bonus kepada pelanggan yang membeli tas nya. Sampai akhirnya Ibu Eli membuatkan Rohman kartu nama bernama "Es Cendol Elizabeth". Rohman sama sekali tidak mengerti yang namanya bisnis, sehingga menurut saja apa yang diberikan Ibu Eli, karena dia sudah menganggap sebagai orang tuanya sendiri. Akhirnya nama "Es Cendol Elizabeth" pun muncul.
Setelah kurang lebih 20 tahun berjualan didepan Toko Tas Elizabeth, Rohman lalu memindahkan usahanya ke garasi rumah miliknya di jalan Inhoftank. Di tempat inilah dia memproduksi dan menjual cendol yang terkenal karena kelezatannya itu. Jangkauan pelanggannya pun semakin luas. Bahkan Rohman sempat menerima pesanan pelanggan untuk dibawa ke Singapura.
Selain itu, Rohman meluaskan usaha dengan menyewakan kompleks ruko dan sedikit demi sedikit memiliki perkebunan gula di Cilacap. Di perkebunannya ini khusus untuk mendukung keberlangsungan produksi usahanya, semisal dalam menghadapi bulan Ramadhan ini. Dengan perkebunan itu Rohman mampu menyimpan stok gula hingga 2 bulan sebelumnya. Hal inilah yang membuat harga ES Cendol Elizabeth terjangkau oleh semua kalangan masyarakat...
__________________________________________________________________________________






boleh juga ne nyicipi cendol elizabeth....
mat bersantap sahur kawan....
Sejarah yang hebat dari pembuat es cendol. From nothing to something, ya.
Jadi penasaran seperti apa enaknya es cendol elizabeth ini. Pasti rasanya enak, deh. Yummy...
cleguk2...he3...ada posting ttg kuliner d blog m oempak...asiik..tp sayang knp diposting skrg, ntar aja kl dah buka, jd ga perlu nahan air liur..he3..
wah,,,tetangga saya donk...rumah saya deket pekalongan...hahaga...
kalau sama Es Dawet sama nggak ea namanya...hehe,,,tapi jadi pengen minum es nie buat buka...sayang yang jualan pada mudik...ahahga...
Wah jadi pengen nyobain es cendol elisabeth, pasti enak banget dech untuk buka puasa,,,,, emmm... jadi ngiler....
Orang Bandung toh brad???
wew... jadi pengen aj nih... hemz...
nikmat kayanya untuk di santap...
Glek... glek... glek... :D
waduh.. jadi pengen nyoba sob
padahal baru saur tadi
hehe
jadi pengen ke bandung...
jual di kota lain gak?
duh....siang2 gini....
salah masuk nih...
thanks infonya.
@RAHMAT90
yg pasti nikmat enak segeerrrr..
@TIWI
wakwakwa... biar bkin ngiler mbak :D
@AYUB ADIPUTRA
es dawet kekna beda sama cendol, tp saya jg lupa es dawet yg gmn ya wakkwawak
@MATAHARI FREE DOWNLOAD MP3
nikmaaat banget, apalagi pas buka... waaaaah
dari sejarah es cendoL eLizabeth, saya menarik penyimpuLan.
keberhasiLan yg hakiki memang memerLukan perjaLanan panjang untuk bisa mencapainya, namun prosesnya tidak mudah untuk diLewati. dan kebanyakan orang justru gagaL ditengah jaLan, hanya karena rasa tidak sabar dan ragu atau takut.
berarti dgn demikian, saLah satu kunci utama dari keberhasiLan adaLah ketekunan. karena di daLam ketekunan sudah merupakan sinergi dari berabagai macam sinergi antara berdoa dgn rajin, semangat untuk bekerja, keahLian (waLaupun tdk terLaLu mahir), dan mau mengejar kesempatan (bukan menunggu).
salah kamar saya...
masuk sini pas lagi siang2 puasa... :S
slurppppssss...nice here, it should have good taste n yummy
wah nikmat tuh tuk nanti berbuka puasa ...
gubrak...
lihat gambar es cendolnya kagak kuat gw bang oempak...wkwkwk
haduh padahal 2jam lagi maghrib neh..
Jam segini disuguhi Es Cendol Elizabeth, weleh weleh....mak nyuss kawan...!! liat aja jadi tergoda hmmmm....
Salut buat P. Haji Rohman yang kekeh berjuang. Berakit-rakit ke hulu berenang kemudiam. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
met ngabuburit bersama Es Cendol nya....
Seger and maknyus tenan es cendolnya... hhmmm...
perjuangan dari bawah "nol" membuahkan emas diperkebunan, saluuut
Wuih...sedap tuh kayaknya.
Jadi pengen deh makan cendolnya gan (jiah..kayak kaskus aja :D )
Tapi sepertinya usaha apapun kalo ditekuni dengan baik, pasti bakal ada hasilnya :)
Wah... satu lagi nih... minuman Favorit selain es kelapa muda. di karawang dh ada blm yah es Cendol elizabeth...??...
@EKA NINJITSU
ummm... keknya ada, tp gtw jg sih :D
indonesi ini banyak orang pandai, dan amat kaya sekali, sayang masyarakatnya jarang yang berjiwa bisnis dan memiliki insting insting bisnis yang baik. saya termasuk yang prihatin melihat orang kuliah hanya sekedar cari ijasah dan kalo lulus mencari pekerjaan. harusnya mereka menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat
wah segar nih sepertinya tuh cendol..hehe
cerita sukses yg patut dicontoh nich . . ,
aku kira awalnya "Cendol Elizabeth" itu apa , eh ternyata dari nama seorang ibu . . ,
nice info !!!