Entah benar atau tidak, tapi menurut saya provokator bisa jadi semacam organisasi perusak kedamaian, mengapa demikian ? Karena tidak hanya satu orang yang bisa menjadi provokator, bisa lebih dari satu bahkan jutaan anggotanya. Mereka bisa hadir dimana saja, di lingkungan rumah kita, di kampus, didalam organisasi pemuda, organisasi keagamaan, pemerintahan, atau bisa jadi ada di lingkungan para petinggi negara.
Provokator sangat menyukai orang-orang yang mudah dipengaruhi pikirannya dengan membicarakan sesuatu yang bersifat memanas-manasi. Apalagi dengan orang yang mudah terpancing emosinya tanpa mengetahui asal usul masalah yang sebenarnya, atau bahkan tidak ada masalah sama sekali, tetapi bisa percaya dan terpengaruh.
Jika ada suatu masalah dalam kehidupan masyarakat, mereka seringkali ikut berperan aktif dalam masalah tersebut, dengan mempelajarinya dan membuat suatu isu-isu yang bisa mereka kembangkan dengan pemikiran dan taktik mereka untuk mencapai tujuan merusak suatu perdamaian. Jika terjadi suatu keributan atau bahkan perang, mereka bahagia karena ternyata hasil buah pemikiran mereka sukses diterapkan kepada orang yang bisa dipengaruhi.
Hati boleh panas, tetapi kepala tetap dingin, berpikir lagi lebih teliti, jangan asal cepat percaya akan sesuatu masalah yang kita sama sekali belum tahu asal usul masalahnya darimana. Media seperti televisi, radio, media cetak, dan yang paling dekat yaitu omongan dari orang terdekat, adalah penyebar informasi yang sangat cepat diakses oleh setiap orang, dan belum tentu apa yang diinformasikan itu sama dengan masalah yang sebenarnya.
Jika kita sudah mengetahui secara langsung atau bahkan saksi mata nya suatu masalah, barulah kita bertindak, tapi jangan menggunakan emosi sesaat. Jangan sampai penyesalan terjadi diakhirnya. Perang bukanlah satu-satunya cara untuk membereskan suatu masalah, selesaikan masalah tanpa masalah. Pikirkan dampak lain dari perang itu sendiri, berapa banyak korban yang akan berjatuhan. Apakah akhir dari perang tidak akan membawa suatu dendam tersendiri pada para korbannya ?
Tulisan diatas hanyalah pendapat saya sendiri tentang seorang provokator yang ingin memecah belah perdamaian, apalagi dengan masalah yang saat ini sedang panas antara hubungan Indonesia dan Malaysia. Saya cinta Indonesia, tapi saya tidak suka dengan perang. Diam bukan berarti takut, mengalah bukan berarti kalah...






Mungkin postingan Bang OempAk bisa dijadikan salah satu pembelajaran yg merespon kondisi Bangsa Kita selama ini,... Coba kita kembali tingkatkan rasa Nasionalisme, patriotisme, jauhkan budaya saling menghujat dan saling menjatuhkan sesama warga negara Indonesia. Pemimpin2 yg menyayangi rakyatnya serta Rakyat yg menyayangi pemimpin2 nya. Menjadi warga negara yg Kompak, harmonis, saling menghargai dan saling mengingatkan, bukan saling menjatuhkan. Saya yakin bangsa ini akan disegani oleh bangsa lain dengan sendirinya...
klu boleh dibilang sama aja dengan maling teriak maling, lah dia dibayar juga untuk memanas-manasi/memprovokasi orang2 toh, hehehe
salam shaabat
gimana bisa gilas provokator yang lihai yach..membaca tex ini saya jadi hgimana gitu,ehm anda si provokator menyadari timbal baliknya saya rasa ga sampai dech tega melakukannhya,bener ga mas oempak?
itu yg biasanya penyulut masalah saat DEMO
apalagi yg di ORMAS-ORMAS, radical !
Iya sob benar...
Seperti maling sial...
mereka ingin manghancurkan negara kita hanya dengan duduk manis...
Provokator emank lebih banyak negatifnya dari pada positifnya..... hal yang bisa saja baik bisa berubah buruk dengan isu-isu dari mulut sang provokator yang tak bertanggung jawab...
@EKA NINJITSU
seharusnya masyarakat umumnya di kita berpikiran seperti itu, saya yakin lebih nyaman rasanya
@DHANA
wah saya sma skali gamau jd provokator mbak, apalagi yg bersifat negatif seperti itu
@KA DAMAR
iyah tuh, suka ngikut nimbrung ke demo"
@KOMGUE : KOMPUTER GUE
klo ormas saya sma skali kurang suka
@COMPLETE - ALL IN ONE BLOG
spertinya bukan negaranya, tp spesifik ke orang nya yg mau menghancurkan perdamaian, itu krn sudah banyak yg tersulut emosinya oleh para provokator, saya yakin warga disana tidak semuanya stuju dengan hal demikian, begitupun jg di negara kita, peace !
sudah lama gak mampir kesini, baru sempat blogging nih sob... "Saya cinta Indonesia, tapi saya tidak suka dengan perang. Diam bukan berarti takut, mengalah bukan berarti kalah", saya setuju sob...
BETUL skl m Oempak.., sy pribadi jg sgt cinta negara, tp tentu saja msh bnyk cara2 lbh manusiawi, drpd terpengaruh dg berita2 yg belum tentu sesuai yg kita dengar dan lihat krn adanya PROVOKATOR.., diam bukan berarti lemah, justru diam krn sdg menyiapkan strategi dan mengambil langkah2 akurat..., dg diam biarlah sistem yg bekerja. Krn kalau terlalu vokal jg akn mengakibatkan semakin panasnya situasi dan akn menimbulakn efek2 negatif yg lain..kt semua hrs bijaksana, dan melihat semua dr berbagai sisi, saat diri kita bisa mengerem emosi kita sendiri dan mengambil langkah yg akurat TANPA diketahui banyak orang itulah menurut saya sikap yg paling bijaksana....Menang dg Terhormat..!salam.
makasih untuk post yang berharga ini
intinya jangan mudah di provokatori
meskipun q juga suka memprofokatori
klo lagi becandaan ama temen-temen deket
:D
betul betul betul, karena hanya ranting kering yang mudah terbakar oleh api, banyak terjadi hal demikian tapi banyak juga yang terpancing masuk umpan.. padahal kan bulan ramadhan he he
Siank Sob.. gak ngerti juga kau tentang Provokator ini Sob.. tapi sepertinya begitu... dan jelasnya negara kita lagi yg ditunggangi halah..... pokoknya unutk hari ini aku gak mau ngomngin yg berat2 lah refreshing dlu haha.....
Semangat n happy blogging Sob..
Moga para provokator pada insaf, mumpung masih di bulan puasa. amin
xixi. :D
namanya juga provokator, orang yang menyulut terjadinya masalah
gw paling ga suka sama yang namanya provokator, provokator itu no skill cuman menang otot doank.memang benar menurut anda kang, mengalah bukan berarti kalah!!!
Provokator memang biang kerok dari semua hal2 negatif!
Biasanya kalo demo2 pasti yg di cari provokatornya deh, heheh
Salam blogger,,
provocateur?????yup u r right about it...by a little word they can control the situations around
nice share, keep in touch
indonesia dan malaysia, jangan terpancing provokator amerika. kedua negara ini kekuatan agama mayoritias di asia. hati2lah. maka berdamailah wahai para penghuni bumi....itu menurutku ga...
provokator mirip hipnotis, bisa mempengaruhi orang, kadang mediamassa jg bisa jadi sarananya lewat berita yang ga jelas dan ga bisa di pertanggung jawabkan...
Provokator lebih bersifat orang yang ingin memanfaatkan keadaan dan merusak nilai-nilai yang sedang diperjuangkan/diperbaiki. orang seperti ini biasanya memiliki maksud2 tertentu. memancing ikan di air keruh. kita harus berhati-hati karena provokator ada dalam bentuk dan situasi apapun. artikel blog diatas inspiratif sob. good post :)
just say no to Provokator!!!
hahahah benar2 akan memecah belah kita semua
tindakan provokasi biasanya hanya diLakukan oLeh segeLintir orang namun bisa menghasiLkan tujuan (negatif) yg sangat besar, haL ini karena sang provokator ditunggangi oLeh peLaku2 inteLektuaLitas yg mempunyai daya kreatifitas yg soLid untuk menghancurkan "kerumunan bebek".
masyarakat indonesia dewasa ini Laksana istiLah tsb, sangat terpancing oLeh tindak2 provokasi. nah sebeLum haL tersebut terjadi, sebaiknya masing2 individu hendaknya saLing meningkatkan SDMnya sekaLigus dapat mencermati dan menyaring setiap ajakan ataupun berita yg diserapnya. dgn demikian bangsa besar ini, diharapkan emnjdai bangsa yg cerdas seutuhnya.
ya bang ,,kek nya berkaitan dengn maslah RI dgn ngra tetgga ada hal ini juga ya bang,, provokasi supaya kedua negara bertikai,,,,gak bener nih,,,memng harus di tindak dengan kepala dingin,,,thnks bang ...tulisannya sip,,:)
Menyelesaikan masalah tanpa masalah, PEGADAIAN donk (he...he...he). Saya setuju Sob, sesama muslim adalah bersaudara. Membuka aib saudara-nya sama artinya membuka aib sendiri.
provokator memang condong ke arah negatif...
tapi dengan segala kekurangannya, tentunya provokatro adalah orang yg cerdik dan pintar, dia memprovokasi sesuatu yg sudah dia pahami sebelumya.
kalo melihat kondisi sekarang, saya termasuk yang menyesali gerakan kami pada tahun 98, harusnya pada tahun 98 kita melakukan revolusi aja, banyak korban pasti tapi setelah itu akan membaik keadaanya karena pemimpin yang mentalnya lemah dan korup telah kita tembak mati semua. sekarang negara miskin, pemimpin yang yang amat lemah dan negara tetangga yang memandang rendah kita
wah , iya , intinya hampir sama kyk artikel PLUR saya . . ,
maaf bro kaLo isi artikelnya sama, tp sy tidak b'maksud meniru artikel bro ini . . ,
salam damai !!! ^_^
@LADIDA
gpp dong klo sama" menyerukan buat kebaikan, malah bagus ada yg dukung :D