Friday, June 26, 2015

Jangan Tinggalkan Anak Demi Karir

Saya masih bingung sebenarnya mencerna judul diatas, maksudnya masih belum pasti sudut pandangnya dari sebelah mana. Kita mencari nafkah bekerja keras kan untuk anak juga, karena memang niat awalnya juga untuk membiayai keluarga. Karena jaman semakin berkembang, biaya keluarga juga semakin bertambah, kebutuhan keluarga juga harga nya semakin naik. Jadi apabila kita bekerja keras agar mendapatkan upah yang lebih dari sebelumnya, maka harus mengejar jabatan/karir /usaha dahulu agar pendapatannya juga bertambah.


Jadi maksud saya disini adalah, sudut pandangnya darimana dulu tentang mendahulukan karir demi anak. Sudah pasti keluarga lebih utama, dan oleh karena itu untuk membiayai nya ditunjang oleh pekerjaan/usaha, dan agar ingin pendapatan lebih untuk keluarga ya karirlah/jabatan/usaha dikejar.

Kenapa ingin pendapatan lebih ? Saya pikir ini sudah bukan pertanyaan lagi. Lihat saja, perbedaan harga barang kebutuhan semakin tahun semakin naik. Kita ingin menyekolahkan anak kita, membiayai peralatan sekolahnya, biaya iuran sekolahnya, biaya gaulnya, mending kalau anaknya tidak manja, bagaimana kalau sebaliknya. Lagipula kita membutuhkan dana itu bukan cuma untuk hari itu saja, tetapi alangkah baiknya mempunyai simpanan/tabungan.

Nah jadi intinya yaitu, dilihat dulu sudut pandangnya, apakah benar mendahulukan karir, atau mendahulukan keluarga. Seringkali saya baca kalimat seperti itu di media sosial ataupun di forum-forum, yang sepertinya menyalahkan karir/jabatan/usaha seseorang. Tapi jangan lupa juga perbedaan orang yang rakus, orang sederhana, dan orang dermawan. Kita pasti bisa lihat perbedaannya, nah disitu baru kita bisa men-judge jika seseorang itu mendahulukan karir atau keluarga.

No comments:

Post a Comment