Friday, June 12, 2015

Sedekah Dan Pemberi Sedekah

Sebagai manusia pastinya punya hati nurani apabila melihat seseorang dalam kesusahan, entah itu saudara, tetangga, atapun orang lain yang kita temukan dimana saja. Pasti dalam hatinya ingin memberi sesuatu untuk setidaknya bisa membantu orang tersebut dalam kesusahannya, biarpun sesuatu yang kita beri tidak bisa sepenuhnya, paling tidak meringankan kesusahannya,


Seperti apa dan bagaimana sebenarnya orang yang harus kita kasihani ? Sebetulnya kalo saya menceritakan hal itu saya tidak tahu pasti ayat-ayat atau hadist yang menentukan kriteria seperti apa yang seharusnya dikasihani. Saya disini menceritakan berdasarkan logika manusia saja berdasarkan hati nurani nya.

Seringkali kita temukan di jalan, ataupun di dekat rumah ada seseorang dalam kesusahan, dalam hati seorang manusia yang memiliki hati nurani pasti ingin memberi sesuatu untuk meringankan beban orang tersebut. Tetapi juga jaman sekarang banyak yang menjadikan "kesusahannya" itu sebagai modal untuk mencari uang, yang aslinya padahal mereka orang yang berkecukupan. Tidak sedikit apalagi memasuki bulan Ramadhan, saya sering lihat di jalan-jalan mendadak banyak gerobak-gerobak yang disampingnya ada orang sedang tiduran agar terlihat memprihatinkan berharap orang memberi sesuatu untuk mereka, ada juga dengan cara meminta sumbangan untuk membangun tempat ibadah yang sebenarnya uangnya mereka gunakan sendiri. Ini bukan spekulasi saya, tetapi ini sudah terbukti banyak kejadian seperti ini tampil di media televisi ataupun media cetak dan internet, dengan modus-modus yang hampir sama.

Jadi, menurut saya lebih baik jika ingin bersedekah carilah orang yang benar-benar membutuhkan, kenali dahulu atau cari informasi lebih dulu, agar niat memberi nya tepat kepada orang yang membutuhkan, biarpun yang namanya ikhlas tidak harus memperhitungkan masalah apakah orang itu benar-benar membutuhkan atau tidak. Tetapi apakah jika mereka memanfaatkan "kesusahannya" itu bukannya suatu keenakan buat mereka ? Yang menjadikan kebiasaannya mencari uang yang tidak seharusnya, bukannya mendidik.

Itu hanya pemikiran saya saja, pasti ada orang lain yang berbeda pendapat. Terus sekarang apakah jika kita memberi sedekah haruskah kita memberi tahu dari siapa sedekah tersebut ? Bukannya melakukan sesuatu yang baik itu tidaklah harus diumumkan ? Apakah karena sedekahnya dalam jumlah besar sehingga harus diumumkan siapa pemberinya ? Yah, kalo menurut saya sih niat baik tinggal diam-diam saja, tidak usah diumumkan kesana kemari. Bukannya lebih baik begitu ? Biar terhindar dari rasa sombong. Jadi .. sekian dan terima kasih.

No comments:

Post a Comment